, ,

Tim PKKA-PRO FKKMK UGM Berpartisipasi dalam ASVAC dan APEC 2025 di Malaysia

 

Penang, Malaysia 8-12 Oktober 2025– Dalam upaya memperkuat kapasitas ilmiah di bidang vaksinologi dan etika kesehatan anak, tim dari Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) telah mengikuti 10th Asian Vaccine Conference (ASVAC) dan 3rd Asian Paediatric Ethics Conference (APEC) yang dilaksanakan bersamaan dengan 46th Annual Congress of The Malaysian Paediatric Association pada tanggal 8–12 Oktober 2025 di Penang, Malaysia. Konferensi ini menjadi forum ilmiah bergengsi tingkat Asia yang menghadirkan ratusan akademisi, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

AAA

Sesi Foto Bersama Tim Peneliti PKKA-PRO FK-KMK UGM.

Kegiatan ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan vaksinasi di Indonesia yang masih diwarnai dengan ketimpangan cakupan antarwilayah, munculnya kembali penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), serta dampak lanjutan dari pandemi COVID-19 terhadap pelayanan kesehatan dasar. Dalam forum ini, berbagai strategi inovatif vaksinasi, pendekatan komunikasi publik, hingga isu etika dalam praktik pediatri dan bioteknologi kesehatan anak dibahas secara komprehensif, mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Sesi Presentasi dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH.   Partisipasi tim peneliti dari PKKA-PRO FK-KMK UGM yang terdiri dari dr. Vicka Oktaria, M.P.H., Ph.D., dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH, Zalfa Nadzifah, S.K.M., dan Danindra Ario Wiryawan, S.Ked., menjadi langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas riset kesehatan di Indonesia, sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Selain mengikuti berbagai sesi simposium, masterclass, dan forum diskusi, tim ini juga mempresentasikan hasil penelitian di hadapan komunitas ilmiah internasional.

Sesi Presentasi oleh Zalfa Nadzifah, S.K.M.

Topik yang dibahas dalam konferensi mencakup beragam isu mutakhir, seperti keamanan vaksin, etika penelitian anak, strategi imunisasi berbasis usia, pengelolaan vaksin dengue, hingga penerapan kecerdasan buatan dalam sistem vaksinasi nasional. Hal ini memperkuat komitmen terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam meningkatkan sistem kesehatan global.

 

 

Sesi Presentasi oleh dr. Vicka Oktaria, M.P.H.

Sesi Presentasi oleh Danindra Ario Wiryawan, S.Ked.

Kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarnegara dan lembaga akademik dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi regional melalui ASVAC dan APEC membuka ruang pertukaran pengetahuan, praktik terbaik, dan advokasi kebijakan publik lintas negara yang berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan anak.

Selfie Reward tim PKKA-PRO FKKMK UGM.

Melalui keterlibatan aktif dalam forum internasional ini, tim PKKA-PRO FKKMK UGM berhasil memperluas jejaring kolaborasi, memperoleh pembaruan ilmu terkini, dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam diskursus global mengenai vaksinasi dan etika kesehatan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan kebijakan imunisasi nasional serta pendidikan kesehatan anak berbasis bukti ilmiah yang kuat.

Penulis : Dhimas Sholikhul Huda

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *