, ,

Peninjauan Lokasi Sampling dan Kapasitas Laboratorium Studi Wastewater Surveillance di Bali.

Bali 16 Desember 2025_Tim studi Wastewater Surveillance (WS) dari Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melaksanakan kegiatan peninjauan lokasi sampling dan kapasitas laboratorium di Provinsi Bali pada Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali dan UPTD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Provinsi Bali sebagai bagian dari pengembangan penelitian WS tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem surveilans kesehatan berbasis lingkungan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular di masyarakat.

Sesi Diskusi kunjungan pertama di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadjiwa

Sesi Diskusi pemaparan rencana penelitian dan mekanisme kerjasama.

Wastewater surveillance merupakan pendekatan inovatif yang mendeteksi fragmen virus atau bakteri dari air limbah, sehingga mampu merefleksikan transmisi penyakit di tingkat komunitas, termasuk dari individu tanpa gejala. Metode ini telah digunakan di Indonesia sejak 2004 untuk polio dan semakin berkembang saat pandemi COVID-19. Penelitian PKKA-PRO FK-KMK UGM sebelumnya menunjukkan bahwa WS mampu memberikan sinyal lebih awal terhadap peningkatan kasus SARS-CoV-2 dibandingkan surveilans klinis. Hal ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan sistem peringatan dini dan pencegahan wabah.

Kunjungan ke UPTD Pengelolaan Air Limbah Prov Bali di IPAL Suwung

Diskusi bersama Bapak I Putu Sujana, S.T, M.Si.,

Pada Selasa, 16 Desember 2025, tim PKKA-PRO melakukan audiensi, pemaparan rencana penelitian, serta peninjauan kapasitas laboratorium di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa. Hasil diskusi menunjukkan bahwa laboratorium tersebut memiliki peralatan dasar yang memadai untuk mendukung kegiatan WS, seperti real-time PCR, biosafety cabinet, dan fasilitas penyimpanan sampel. Kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia laboratorium daerah, sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran berbasis riset dan pelatihan teknis.

Tim Melakukan Survei kondisi fisik IPAL.


Pada hari yang sama, kegiatan dilanjutkan ke UPTD PAL Provinsi Bali untuk membahas potensi kerja sama serta meninjau fasilitas laboratorium dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Suwung. UPTD PAL Provinsi Bali menyatakan kesiapan mendukung penelitian, mengingat pengalaman mereka dalam berbagai studi surveilans air limbah sebelumnya. Ketersediaan infrastruktur IPAL, peralatan sampling, serta pengalaman teknis menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem WS yang berkelanjutan, mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Survey potensial inlet, outlet, manhole dan sistem jaringan air limbah di IPAL Suwung

Sesi Foto Bersama Petugas IPAL Suwung

Pada Rabu, 17 Desember 2025, tim melakukan survei lapangan ke jaringan pipa air limbah IPAL Suwung, meliputi Stasiun Pompa Kuta, IPAL Suwung, Manhole Denpasar, dan Stasiun Pompa Sanur. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memenuhi kriteria sebagai titik sampling WS, meskipun Manhole Denpasar memiliki tantangan aspek keselamatan petugas. Penetapan lokasi sampling ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem surveilans berbasis infrastruktur perkotaan yang andal dan adaptif.

Sesi Foto bersama 

Sesi Foto bersama UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadjiwa

Sesi Foto Bersama Petugas IPAL Suwung

Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi antara perguruan tinggi, laboratorium kesehatan daerah, dan pengelola air limbah dalam penguatan surveilans kesehatan masyarakat. Kerja sama yang terbangun mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan mengintegrasikan keahlian akademik, kapasitas teknis daerah, serta infrastruktur publik. Melalui sinergi ini, wastewater surveillance diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat, inovasi riset, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Bali.

Penulis : Dhimas Sholikhul Huda.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *