, ,

Penguatan Deteksi Dini Wabah, PKKA-PRO UGM Gelar Pelatihan Surveilans Air Limbah di Bandung

Pusat Kajian Kesehatan Anak – Pediatric Research Office (PKKA-PRO) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Pelatihan Penelitian Surveilans Air Limbah Tahun 2026 di Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan metode wastewater surveillance (WS) yang saat ini dieksplorasi untuk mendeteksi patogen penyakit infeksi seperti polio dan tifoid, resistensi antimikroba, hingga zat kimia tertentu, serta sebagai sistem peringatan dini potensi wabah di masyarakat. Prinsip WS adalah mendeteksi fragmen virus atau bakteri (RNA/DNA) dari ekskresi biologis yang masuk ke sistem air limbah, sehingga mampu merefleksikan dinamika penularan penyakit pada tingkat populasi. Metode ini dinilai lebih terjangkau dan efektif, terutama bagi negara berpendapatan rendah dan menengah dalam mengukur beban penyakit komunitas.

Praktik Pengambilan Sampel di Stasiun Pompa Gumuruh.

Di Indonesia, WS telah diinisiasi sejak 2004 untuk deteksi virus polio dan berkembang pesat selama pandemi COVID-19. Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM sebelumnya berhasil mendeteksi SARS-CoV-2 di air limbah pada periode Mei 2021–Juni 2022, bahkan memberikan sinyal lebih awal dibandingkan lonjakan kasus klinis. Penelitian juga dilanjutkan untuk deteksi Salmonella Typhi sejak Oktober 2022 di Yogyakarta. Hasil riset tersebut telah didiseminasikan kepada pemangku kebijakan tingkat daerah dan nasional serta menjadi bagian dari kontribusi dalam penyusunan pedoman kesiapsiagaan pandemi bersama WHO. Saat ini, tim tengah mengembangkan penelitian lanjutan bertajuk “Deteksi Patogen dengan Potensi Pandemi dalam Air Limbah Perkotaan sebagai Sistem Peringatan Dini terhadap Adaptasi dan Penularan pada Manusia.”

Praktik Pengisian KoboCollect di Stasiun Pompa Gumuruh.

Hari pertama pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Prof. dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., PhD, Sp.A, Subsp.Kardio, bersama perwakilan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Perusahaan Umum Daerah Tirtawening Kota Bandung. Materi yang disampaikan meliputi konsep surveilans air limbah, prinsip pencatatan yang baik, persiapan media UPE untuk Moore swab, manajemen sampling, pengiriman sampel, hingga aspek administrasi. Diskusi interaktif melalui Kahoot menunjukkan antusiasme peserta yang menilai metode ini cepat, representatif, dan ekonomis. Sejumlah kesepakatan teknis juga dicapai, termasuk mekanisme pembuatan media UPE maksimal H-2 sebelum sampling serta sistem pencatatan suhu laboratorium yang telah dikalibrasi.

Praktik Pengukuran Parameter Fisik Data Air di Stasiun Pompa Gumuruh

Pada hari kedua, Kamis, 5 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan dan praktik lapangan di beberapa titik potensial pengambilan sampel, yakni Stasiun Pompa Gumuruh, Stasiun Pompa Cijawura, dan Open Channel Bojongsoang. Peserta melakukan simulasi pengambilan sampel Moore swab dan grab sampling, pengukuran parameter fisik air, serta penginputan data menggunakan KoboCollect. Penyesuaian metode dilakukan sesuai kondisi lapangan, termasuk penggunaan pemberat pada aliran deras di Bojongsoang serta koordinasi dengan pihak IPAL terkait keamanan alat. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan teknis di lapangan sekaligus meningkatkan kesiapan operasional tim.

Peninjauan lokasi dan Pemasangan Moore Swab Stasiun Pompa Cijawura

Pelatihan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh United Nations. Implementasi surveilans air limbah berkontribusi langsung pada Sustainable Development Goal 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui deteksi dini penyakit dan penguatan sistem kesehatan masyarakat. Kegiatan peningkatan kapasitas laboratorium dan transfer ilmu mencerminkan Sustainable Development Goal 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan teknologi seperti nanopore sequencing dan penguatan sistem logistik serta infrastruktur laboratorium mendukung Sustainable Development Goal 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BUMD air minum menjadi wujud nyata Sustainable Development Goal 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Praktik Pemasangan Moore Swab dan Peninjauan lokasi Open Channel Bojongsoang

Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan dan simulasi penelitian surveilans air limbah selama dua hari berjalan lancar dan sesuai rencana. Hari pertama memperkuat aspek konseptual dan administratif, sedangkan hari kedua memantapkan keterampilan teknis di lapangan. Kegiatan ini meningkatkan koordinasi dan kesiapan antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan surveilans air limbah secara efektif dan berkelanjutan di Kota Bandung. Melalui pelatihan ini, tim Wastewater Surveillance PKKA-PRO FK-KMK UGM menghasilkan laporan komprehensif sebagai dasar pengembangan penelitian yang sedang berjalan sekaligus memperluas implementasi sistem deteksi dini berbasis lingkungan di masa mendatang.

Penulis : Shella Syafira Wijayanti, Dhimas Sholikhul Huda.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *