UGM, Sinovac, dan Biofarma Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU dan Diskusi Strategis
Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Sinovac Holding Group dan PT Bio Farma (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 21 April 2026 di kampus UGM, Yogyakarta. Kolaborasi tripartit ini melibatkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM melalui Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) dan Clinical Epidemiology & Biostatistics Unit (CE&BU). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, bersama perwakilan Sinovac dan Biofarma sebagai langkah awal penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat khususnya pengembangan vaksin dan produk biologi. (Universitas Gadjah Mada)

Sesi Foto Bersama
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan peneliti dari ketiga institusi. Dari pihak Sinovac hadir Ms. YaLing Hu (Vice President, Head of R&D), Dr. Gang Zeng (Senior Director of Clinical Trial Center), Dr. Tony Dai, Dr. Kunning Chen, Mr. Bochao Wu, Mr. Morpheus Li, serta Yohanes Setyawan. Dari Biofarma hadir Yuliana Indriati (Direktur Riset dan Pengembangan), Yusuf Sofyan Efendi, Rini Mulia Sari, dan Mita Puspita. Sementara dari UGM hadir pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Rektor UGM, Wakil Rektor, Prof. dr. Yodi Mahendradhata (Dekan FKKMK), Prof. dr. Lina Choridah (Wakil Dekan), Prof. dr. Jarir At Thobari (ketua kolaborasi), Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, serta sejumlah akademisi dan klinisi dari RSUP Dr. Sardjito dan RSA UGM.

Penyerahan Cinderamata
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan seremonial yang dibuka oleh Dr. dr. Sudadi selaku perwakilan FKKMK UGM, dilanjutkan dengan diskusi proyek vaksin demam berdarah. Dalam sesi ini, Dr. Gang Zeng dari Sinovac memaparkan perkembangan uji klinis vaksin dengue, sementara Prof. Jarir At Thobari dan Dr. Ida Safitri menyampaikan kondisi surveilans dengue di Indonesia. Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi para peneliti dan klinisi, termasuk Prof. Hera Nirwati dan Prof. Eggi Arguni.

Penyerahan Cinderamata


Penandatangan MoU
Agenda utama berupa penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung Pusat UGM. Dalam sambutannya, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menekankan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan vaksin dan pengobatan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan nasional. Perwakilan Sinovac, YaLing Hu, menyampaikan komitmen untuk memperluas riset dan industrialisasi produk di Indonesia. Sementara itu, Yuliana Indriati dari Biofarma menegaskan bahwa kerja sama ini penting untuk mempercepat inovasi vaksin nasional dan memperkuat sistem kesehatan Indonesia. (Universitas Gadjah Mada)

Sesi Diskusi di Gd. Auditorium Tahir Lt 8 FMPHN


Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah Sakit Akademik UGM yang melibatkan Dr. Ratna Dewi Puspita dan tim Clinical Research Unit. Diskusi teknis mencakup pelaksanaan uji klinis, termasuk keterlibatan bayi dan anak sebagai partisipan penelitian. Interaksi ini menunjukkan pertukaran pengetahuan antara peneliti Indonesia dan Sinovac, serta membuka peluang Indonesia sebagai pusat uji klinis global dengan dukungan fasilitas dan sumber daya yang memadai.

Sesi Foto Bersama


Pada hari kedua, diskusi difokuskan pada pengembangan vaksin PCV, rotavirus, dan RSV yang dihadiri oleh tim gabungan UGM, Sinovac, dan Biofarma. Prof. Jarir At Thobari menekankan pentingnya penguatan sistem surveilans penyakit di Indonesia, sementara tim Sinovac memaparkan perkembangan vaksin terbaru seperti PCV 24 dan vaksin mRNA. Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan inovasi berkelanjutan.
Penulis : Erica Yunita Trisnawati, Dhimas Sholikhul Huda.











Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!