Penguatan Surveilans Demam Tifoid Berbasis Inovasi Diagnostik melalui Studi STEVIA: Kolaborasi Akademik dan Layanan Kesehatan di Klaten
Kegiatan audiensi penelitian bertajuk Studi Serosurveillance for Typhoid Infection in Indonesia (STEVIA) yang diinisiasi oleh Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, telah dilaksanakan pada 21–22 April 2026 di RSU Cakra Husada Klaten dan Dinas Kesehatan Klaten. Audiensi ini bertujuan untuk memperkenalkan rencana penelitian STEVIA sekaligus menjajaki kesiapan pelaksanaan studi di kedua institusi tersebut sebagai bagian dari penguatan surveilans demam tifoid di Indonesia.
Dalam pemaparan, tim peneliti menjelaskan bahwa diagnosis baku demam tifoid masih mengandalkan isolasi Salmonella Typhi melalui kultur darah atau sumsum tulang, yang memiliki keterbatasan akses dan sensitivitas. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengombinasikan berbagai metode seperti PCR, serologi, uji berbasis sel T (IGRA), serta analisis whole-genome sequencing (WGS) untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan memahami pola resistensi antimikroba. Studi ini menggunakan desain prospektif dengan melibatkan pasien rawat inap usia 36 bulan hingga kurang dari 46 tahun serta kelompok kontrol sehat dari komunitas.

Sesi Pemaparan Materi dan Audiensi
Tim peneliti dari PKKA-PRO FKKMK UGM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti selaku peneliti utama (Principal Investigator), Apt. Sarah Ulfa sebagai quality manager, Nanda Tri Rahmatika sebagai project manager, serta Fitria Wulandari sebagai asisten peneliti. Kehadiran tim ini menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan studi yang berbasis kolaborasi lintas sektor.

Sesi Diskusi
Dari pihak RSU Cakra Husada Klaten, audiensi dihadiri oleh Direktur RS dr. Surawijaya Bakhtiar K, bersama tenaga medis dan staf yaitu dr. Charisnatika, Junita Erfin, Nur Arifoh Ahjin, dr. Debora, dr. Dyah Artini, Endri Setyoko, dan Puji Rahayu. Sementara itu, dari Dinas Kesehatan Klaten turut hadir Eka Kurniyati, Dewi Mustikawati, Rusmini, Sri Muryanti, Niken Tri Sekelesi, Ernawati, Sri Wuryanti, Wahyuning, Saras Kuntari, dr. Hanung, Mentes Hartanti, serta drg. S. Rachmawati.
Kegiatan audiensi di RSU Cakra Husada Klaten meliputi pemaparan studi, diskusi kelayakan penelitian, serta kunjungan ke laboratorium patologi klinik, ruang rekam medis, dan bangsal perawatan. Sementara itu, audiensi di Dinas Kesehatan Klaten berfokus pada diskusi implementasi penelitian di puskesmas. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi, inovasi riset, dan penguatan kapasitas institusi.

Sesi Foto Bersama Site Feseability Visit
Sebagai hasil audiensi, seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama penelitian STEVIA sesuai regulasi yang berlaku. Tim dari UGM akan menyiapkan kebutuhan administratif dan logistik, sementara pihak RSU Cakra Husada Klaten dan Dinas Kesehatan Klaten akan membentuk tim pelaksana di masing-masing site. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas diagnosis, pengendalian demam tifoid, serta penguatan sistem kesehatan berbasis bukti di Indonesia.
Penulis : Fitria Wulandari, Dhimas Sholikhul Huda.











Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!