Prof. Jarir At Thobari Hadiri PATHWAYS Advisory Board di Dubai Bahas Akses dan Inovasi Vaksin Global
Pusat Kajian Kesehatan Anak – Program Riset dan Organisasi (PKKA-PRO) FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam forum kesehatan global melalui partisipasi Prof. Jarir At Thobari., D.Pharm., Ph.D pada kegiatan Access Insight, PATHWAYS in-person Advisory Board yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 25–26 Februari 2026. Kegiatan internasional ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai akses, nilai, dan pengembangan vaksin global yang melibatkan para pakar kesehatan dari berbagai negara.
Undangan resmi disampaikan oleh Takeda Global Vaccines Payer, Value and Access Team tertanggal 2 Februari 2026 yang ditujukan kepada Prof. Dr. Mustofa, M.Kes selaku Kepala Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK Universitas Gadjah Mada. Dalam surat tersebut, Prof. Jarir At Thobari diundang sebagai panel expert untuk memberikan pandangan ilmiah dan pengalaman terkait pengembangan akses vaksin serta kebijakan kesehatan global dalam forum advisory board PATHWAYS.
Sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi akademisi Indonesia dalam forum internasional, pihak penyelenggara memberikan fasilitas berupa akomodasi selama kegiatan, tiket penerbangan pulang-pergi Jakarta–Dubai, transportasi bandara, serta asuransi perjalanan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi ilmuwan Indonesia dalam pengembangan strategi kesehatan global, khususnya terkait akses vaksin dan penguatan sistem kesehatan masyarakat.
Keikutsertaan Prof. Jarir At Thobari dalam forum ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengembangan inovasi kesehatan dan akses vaksin yang lebih luas. Forum advisory board tersebut menjadi ruang penting untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman antar pakar internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk penguatan sistem imunisasi dan pemerataan akses layanan kesehatan.
Selain mendukung SDG 3, partisipasi ini juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik, industri farmasi global, dan komunitas ilmiah internasional. Kehadiran akademisi FK-KMK UGM dalam forum global turut memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran ilmu pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, serta peningkatan kompetensi riset dan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah.
Di sisi lain, keterlibatan dalam pembahasan inovasi vaksin dan strategi akses kesehatan global juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Kolaborasi antara peneliti, institusi pendidikan, dan industri farmasi internasional diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang berkelanjutan serta memperkuat infrastruktur riset kesehatan di Indonesia. Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti PATHWAYS Advisory Board, PKKA-PRO FK-KMK UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan kesehatan global dan pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Dhimas Sholikhul Huda.











Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!